26 Februari 2020 09:39:05
Ditulis oleh Admin

Pertemuan Kampung KB : Perkawinan Dibawah Umur, Sumbang Tingginya Angka Perceraian

                Ngino-semanding.desa.id- Pada Selasa ( 25/02/2020 ) dilaksanakan lokakarya mini tingkat Desa dan Kecamatan di Kampung KB Desa Ngino Kecamatan Semanding di Balai Desa Ngino. Pertemuan kali ini menghadirkan Kepala KUA Semanding dan Ketua Pokja II dan Pokja IV Desa Ngino serta Perangkat Desa.

                Pada pertemuan kali ini dilakukan penyerahan BKB Kids oleh PLKB Kecamatan Semanding kepada Ketua TP PKK Desa Ngino. BKB Kids adalah seragkaian peralatan yang sebagian besar berupa mainan edukatif bagi balita dan anak. Desa Ngino adalah Desa yang telah dinobatkan menjadi Kampung KB sehingga merupakan Desa percontohan Kampung KB di Tuban.

                Kedua adalah penyampaian materi oleh Kepala KUA Semanding, mengenai perkawinan dibawah umur. Mengingat tingginya angka perceraian di Kecamatan Semanding, dan perkawinan dibawah umur merupakan faktor yang menyumbang angka perceraian. Oleh karenanya perlu di sosialisasikan atau diinformasikan kepada masyarakat akan pentingnya pendewasaan usia pernikahan.

                Kepala KUA Semanding, Imam Buchori mengatakan di tahun 2019, jumlah pernikahan di Kecamatan Semanding sebanyak 930 dan angka perceraian yaitu 165 dengan rincian 57 kasus adalah gugatan suami dan 108 adalah gugatan yang dilakukan oleh istri. Angka perceraian ini adalah angka yang cukup tingggi. Penyebab perceraian itu beragam, tetapi yang mendomimasi adalah faktor ekonomi dan akibat pernikahan dibawah umur.

                Menurut UU No. 1 Tahun 1974 pasal 7 ayat (1) disebutkan perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 tahun. Dalam UU tersebut terdapat revisi menjadi UU No. 16 tahun 2019 pasal 7 menyebut bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 19 tahun. Ini adalah salah satu langkah Pemerintah dalam meminimalisir pernikahan dibawah umur demi mempersiapkan generasi berkualitas.

                Perkawinan dibawah umur adalah pernikahan yang dilakukan ketika usia calon pengantin belum memenuhi sesuai aturan Undang – undang. Definisi anak adalah seseorang  mulai di dalam kandungan hingga berusia 18 tahun. Ketika calon pengantin akan melangsungkan pernikahan dibawah usia 19 tahun berarti merupakan perkawinan dibawah umur atau perkawinan anak. Dari segi mental, pada usia tersebut adalah usia dimana seseorang masih labil emosinya, masih mencari jati dirinya, masih ingin bebas melakukan apa yang ia mau tanpa memperhatikan faktor resiko kedepannya. Dari segi ekonomi, seorang anak belum mampu memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Ketika bertanggung jawab terhadap diri sendiri saja belum sepenuhnya mampu, bagaimana bisa memahami orang lain didalam rumah tangganya yang pasti akan dihadapkan dalam permasalahan hidup yang lebih kompleks. Inilah mengapa perkawinan dibawah umur disebut sebagai pemicu perceraian.

                “Tujuan perkawinan adalah membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Oleh karenanya, modal utama perkawinan itu sebenarnya bukan tentang rupa, bukan tentang harta, melainkan agama. Ketika calon pengantin sudah berpegang pada agama yang kuat, maka rumah tangga akan bahagia dan sejahtera karena satu sama lain saling memahami, mengerti, dan menyayangi. Lha nek anak – anak wis nikah, ono masalah sitik njaluk pegat, njaluk bubar, kan yo gak sido bahagia dan kekal, ” imbuh Pak Imam Buchori.

                Dalam menangani perkawinan anak di bawah umur ini, peran orang tua sangat penting. Dengan menerapkan delapan fungsi keluarga yaitu fungsi agama, fungsi cinta kasih, fungsi sosialisasi dan pendidikan, fungsi perlindungan, fungsi lingkungan, fungsi ekonomi, fungsi sosial budaya, dan fungsi reproduksi akan mampu menjadi dasar peningkatan usia perkawinan.

#nginoloman

#nginobisa

#nginosejahtera

#nginokampungKB

               



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus