22 Juni 2020 10:25:42
Ditulis oleh Admin

Temu Teknologi : Sosialisasi Budidaya Lebah Klanceng di Desa Ngino

                Ngino-semanding. Hari jum’at ( 19/6/2020 ) di Aula Sendang Asmoro Desa Ngino telah dilakukan kegiatan temu teknologi sosialisasi budidaya lebah klanceng dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah Bojonegoro kepada Kelompok Tani Hutan ( KTH ) Sukun Makmur Desa Ngino Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.

                Desa Ngino merupakan daerah dengan kawasan hutan yang luas. Terdapat beraneka ragam pepohonan dan bunga- bunga yang merupakan kesukaan lebah klanceng karena lebah ini mempunyai karakteristik senang hidup di daerah lembab dan alam segar dengan oksigen yang melimpah. Dengan demikian diharapkan Desa Ngino menjadi tempat paling tepat untuk budidaya lebah klanceng yang nantinya mampu menghasilkan madu klanceng secara maksimal.

                Madu klanceng merupakan madu yang dihasilkan dari lebah bukan penyengat sehingga menghasilkan cita rasa yang berbeda dibanding madu pada umumnya. Sarang lebah klanceng berbentuk seperti pot atau kendi bulat yang melintang secara horizontal. Selain madu, lebah klanceng juga menghasilkan bee pollen dan propolis yang sering diolah menjadi produk kesehatan karena memiliki manfaat bagi manusia. Bee pollen adalah butiran tepungsari bunga jantan yang merupakan makanan tambahan bagi lebah, sedangkan propolis adalah lem lebah untuk melindungi sarang dari serbuan predator.

                Kepala Desa Ngino, Wawan Hariyadi menuturkan bahwa budidaya lebah klanceng merupakan prospek yang menjanjikan. Permintaan madu termasuk madu klanceng sangat banyak dipasaran sedangkan produksi minim. Ini merupakan peluang yang harus dimanfaatkan secara maksimal. Boleh jadi, suatu saat madu klanceng ini bisa dipakai sebagai oleh – oleh wisatawaan Sendang Asmoro dengan label Madu Klanceng Asli Ngino.

                Kepala Desa dua periode tersebut juga mendorong kegiatan budidaya ini hendaknya terus berlanjut dan berkembang, tidak berhenti begitu saja.

                “Memulai suatu hal itu memang tidak mudah, tetapi menjaga kontinuitas itu jauh lebih sulit. Kita sering kali kurang bisa beristiqomah terhadap hal – hal yang telah kita mulai. Ini merupakan bukti bahwa pembangunan fisik saja tidak cukup tetapi juga pembangunan manusinya harus dipupuk mindsetnya untuk hal postif. Oleh karena itu, mari kita memulai kegiatan budidaya ini dengan niat bukan tentang materi semata melainkan juga kita niatkan untuk menjaga ekosistem. Alam sudah berkontribusi dengan menyediakan segala kebutuhan manusia, tugas kita merawat dan melestarikannya untuk kemudian bisa diwariskan untuk anak cucu kita,” tambah beliau.

                Di akhir kegiatan Dinas Kehutanan menyerahkan 5 buah kotak berisi lebah klanceng yang siap untuk dibudidayakan di Kawasan Sendang Asmoro. Penyerahan oleh Penyuluh kehutanan Bapak Santoso kepada Ketua Pengelola Wisata Sendang Asmoro, Hartomo . Dengan lingkungan alam yang mendukung, semoga Desa Ngino berhasil membudidayakan lebah klanceng dan menghasilkan madu klanceng asli ngino. (Admin/LA)

#Ngino

#Nginoloman

#Nginobestari

#Nginosejahtera



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus