15 Desember 2020 10:59:39
Ditulis oleh Admin

Workshop Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna Ditingkat Desa Tahun 2020 Oleh DPMD Provinsi Jawa Timur

                Ngino-semanding.desa.id. Wisata Sendang Asmoro Desa Ngino Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban menjadi tempat pilihan diadakannya Workshop Pendayagunaan Teknologi Tepat Guna Ditingkat Desa Tahun 2020 Oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa ( DPMD ) Provinsi Jawa Timur, Senin (14/12/2020).

                Workshop juga dihadiri oleh Perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dan Keluarga Berencana ( Dipemas ) Kabupaten Tuban, Forkopimka Semanding, dan diikuti oleh 20 peserta dari unsur Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) dan Karang Taruna, atau tokoh masyarakat lainnya dari  7 Kecamatan di Kabupaten Tuban yang mayoritas penduduknya adalah petani sekaligus mempunyai hewan ternak.

                Berangkat dari adanya masalah limbah atau kotoran ternak dalam jumlah banyak di lingkungan pemukiman penduduk, yang tidak hanya mengancam kesehetan masyarakat, pencemaran lingkungan, tetapi juga akan menganggu nilai estetika atau keindahan lingkungan. Lebih jauh lagi kotoran ternak ini bisa memicu masalah sosial bermasyarakat, maka dibutuhkan solusi agar limbah atau kotoran ternak tersebut mampu diolah dengan pendayagunaan teknologi yang tepat. Oleh karena itu DPMD Jatim mengadakan workshop sebagai upaya menambah nilai ekonomis terhadap pengelolaan kotoran ternak sehingga berdaya jual.

                Wawan Hariyadi, S.Pd, Kepala Desa Ngino menuturkan workshop kali ini selaras dengan inovasi yang dimiliki Pemerinta Desa Ngino “Kandang Komunal”.

“Sebenarnya sudah lama kami menggadang kandang komunal sebagai solusi atas menumpuknya kotoran ternak yang dibiarkan begitu saja tanpa dimanfaatkan. Tumpukan yang semakin hari semakin banyak pasti menimbulkan masalah. Berbekal ilmu yang didapatkan hari ini semoga di Tahun 2021 Desa Ngino mampu mewujudkan kandang komunal agar masalah cepat teratasi.”

                Dalam kesempatan tersebut DPMD Jatim bermitra dengan Yayasan Rumah Energi. Mas Hanu, pemateri dari Yayasan Rumah Energi menjabarkan salah satu solusi untuk kotoran ternak tersebut adalah melalui pemanfaatan teknologi biogas rumah. Banyak manfaat yang akan didapatkan dari biogas rumah, diantaranya :

  1. Sumber energi yang bersih dan berkelanjutan.
  2. Lingkungan menjadi bersih dan sehat.
  3. Ekonomis dan terjangkau.
  4. Pemanfaatan yang luas ( memasak, penerangan listrik, dll )
  5. Menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi ( tanpa bahan kimia )

                Beliau juga menjelaskan secara singkat teknis pembuatan biogas rumah yaitu menggunakan reaktor kubah beton (fixed dome). Fixed dome ini mampu mengolah kotoran ternak, kotoran manusia, dan sampah organik lainnya menjadi energi biogas guna memenuhi kebutuhan energi skala rumahan sehari-hari. Untuk membangun kubah beton, memerlukan tenaga yang tidak sedikit, maka dari itu pembangunan fixed dome ini memerlukan tenaga ahli yang bersertifikat. Jika di Desa menganut Padat Karya Tunai (PKT) yang mengambil tenaga lokal, maka proses pembangunan ini perlu pelatihan yang memadai karena jika bangunannya tidak hampa udara maka proses pengolahannya pun berpotensi untuk gagal atau bahkan rusak dalam jangka waktu yang cepat. Jika dengan perawatan dan penggunaan yang normal, maka fixed-dome mampu bertahan hingga 20-25 tahun lamanya. Selain durasinya yang lama, fixed-dome ini juga minim perawatan.

                Camat Semanding, Drs. Danarji, MM yang resmi membuka acara workshop berharap agar pendayagunaan teknologi tepat guna ini bisa segera diterapkan dan dipraktekkan di desa. Yang perlu diperhatikan juga selain proses produksi adalah pemasaran. Menurut beliau justru pemasaranlah yang mengambil peran penting agar distribusi barang lancar. (Admin/LA)

#nginobestari

#nginoloman

 

 

               

               



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 3 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus