15 Juni 2021 11:00:04
Ditulis oleh Admin

Beri Ruang Bagi Lansia Agar Tetap Produktif, Pemdes Ngino Adakan Pelatihan Pengolahan Gedebog Pisang

            Ngino-semanding.desa.id. Sebagai bentuk tindak lanjut Kegiatan Orientasi Pelatihan Manajemen Pengelolaan Rumah DataKu di Balai Diklat Malang beberapi hari lalu, Pemerintah Desa Ngino langsung action mengadakan Kegiatan Pelatihan Pengolahan Pelepah Pisang ( Gedebog Pisang ) Bagi Lansia Produktif Di Kampung KB Desa Ngino, Sabtu ( 12/6/2021 ) bertempat di Aula Sendang Asmoro. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan Desa Militan, sebuah Komunitas Anak Muda di Kabupaten Tuban yang diketuai oleh Kemal Khoirur Rahman.

      Pemerintah Desa Ngino sengaja menyasar lansia sebagai peserta pelatihan dikarenakan lansia merupakan kelompok termarjinalkan ( terpinggirkan ) yang keberadaanya jarang dilibatkan dalam berbagai hal. Pemerintah Desa ingin memberi ruang bagi lansia untuk tetap produktif dalam mengisi hari tuanya.

             Dipilih pelepah pisang sebagai bahan kerajinan karena ketersediaannya melimpah dan sangat mudah didapatkan di Desa Ngino. Umumnya, para lansia lah yang telaten dalam pemanfaatan gedebog tersebut. Mereka menjual gedebog dalam bentuk mentah yaitu gedebog hanya dikeringkan lalu dijual kepada para tengkulak dengan nilai jual seadanya yang terbilang rendah. Oleh karenanya, dengan adanya pelatihan pengolahan gedebog pisang ini diharapkan lansia mampu mengubah gedebog menjadi kerajinan tangan dalam berbagai macam bentuk, misalnya tas, taplak meja, tempat tisu, hiasan dinding dll. Tentunya hasil kerajinan tersebut mempunyai nilai jual tinggi jauh dari harga yang didapat sebelumnya.  

            Cara mengolah gedebog pisang yang dicontohkan dalam kegiatan tersebut menggunakan alat manual dari kayu. Lembaran gedebog yang sudah kering disuwir menjadi beberapa ukuran, 2-3mm, 3-4mm, atau bisa 4-5mm tergantung kebutuhan atau kerajinan yang akan dibuat. Suwiran-suwiran gedebog tersebut dililitkan di alat kayu kemudian diputar, begitu seterusnya hingga bahan habis.

              Wawan Hariyadi selaku Kepala Desa Ngino menangkap peluang pengembangan SDA dan SDM di Desa Ngino. Beliau menyayangkan jika bahan kerajinan yang tersedia melimpah disekitarnya tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu perlu inovasi agar keberadaan bahan-bahan kerajinan tersebut punya nilai jual lebih tinggi.

              “Untuk pemasaran hasil kerajinan nantinya bisa bekerjasama dengan pihak BUMDES, bisa digunakan sebagai souvenir di wisata sendang asmoro,” terang Beliau.

             Koordinator Desa Militan, Hadi Purwanto dalam kesempatannya menyampaikan harapannya yang lebih besar dari kegiatan pengolahan gedebog pisang selain dimanfaatkan menjadi hasil kerajinan adalah agar Desa Ngino mampu menjadi pusat produksi pengolahan gedebog pisang terbesar di Kabupaten Tuban. Hal ini akan mampu menarik wisatawan untuk datang melihat proses produksi sehingga bisa dijadikan sebagai wisata edukasi melengkapi keberadaan Sendang Asmoro. (Admin/LA)

#Nginobestari

#Nginoloman

 



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 3 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus